Sabtu, 03 April 2021

TUGAS PAPER ESDH



Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan                                                                       Medan, Maret 2021

ANALISIS NILAI EKONOMI HUTAN MANGROVE DI DESA MARE KOFO KOTA TIDORE KEPULUAN 

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh :

Rahmat Afandi

191201005

HUT 4A






PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021



KATA PENGANTAR

           Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dengan baik dan tepat waktu. Paper ini berjudul “Analisis Nilai Ekonomi Hutan Mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Kepuluan.  Tujuan dari penulisan Paper ini untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Dalam menulis Paper ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si sebagai dosen penanggungjawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan Paper ini.

Meski penulis sudah berusaha semaksimal mungkin dalam menyelesaikan Paper ini agar mendapat yang terbaik, namun penulis sadar bahwa Paper ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan Paper ini.



Medan,   April 2021



Penulis






BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

            Salah satu peranan hutan mangrove yaitu sebagai sumber mata pencaharian bagi masyarakat, karena dapat menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi terutama sebagai penghasil produk kayu, ikan, kerang, kepiting dan lain-lain serta dapat dijadikan sebagai wahana rekreasi dan wisata alam maupun penidikan. Dewasa ini, peranan hutan mangrove bagi lingkungan sekitarnya dirasakan semakin besar, tetapi adanya berbagai dampak merugikan yang dirasakan di berbagai tempat akibat hilangnya hutan mangrove, seperti tsunami, intrupsi air laut, bahkan kerusakan yang dilakukan oleh manusia sendiri.

            Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas serta terdapat pada daerah pasang surut di wilayah pesisir, pantai, dan pulau-pulau kecil. Hutan mangrove memiliki nilai ekonomi dan ekologis yang sangat tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam mengelola dan melestarikannya. Secara garis besar, mangrove mempunyai beberapa keterkaian dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai bahan pangan, papan, dan kesehatan serta lingkungan, dibedakan menjadi lima fungsi yaitu fungsi fisik, fungsi kimia, fungsi biologis, fungsi ekonomi, dan fungsi lainnya.

1.2  Rumusan Masalah

1.Bagaimana jenis pemanfaatan hutan mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Kepulauan ?

2. Berapa  nilai ekonomi total hutan mangrove di Desa Mare kofo Kota Tidore Kepulauan?

1.3  Tujuan

1. Untuk mengetahui jenis pemanfaatan hutan mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Kepulauan ?

2. Untuk mengetahui nilai ekonomi total hutan mangrove di Desa Mare kofo Kota Tidore Kepulauan ?





BAB II

ISI

2.1    Nilai Ekonomi Hutan Mangrove

A.      Manfaat Langsung Manfaat langsung atau Direct Use Value

Merupakan jenis manfaat yang langsung dapat diperoleh dari hutan mangrove atau sebagai bentuk manfaat aktual yang dilakukan oleh masyarakat, seperti mengolah kayu bakar, mengkap ikan, menangkap kepiting, menangkap udang, mengumpulkan kerang dan lain[1]lain, dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: TML = ML1 + ML2 + ML3 + ML4 + n, Dimana diketahui bahwa TML merupakan nilai manfaat langsung kayu bakar, ML2 merupakan nilai manfaat langsung penangkapan ikan, ML3 merupakan nilai manfaat langsung penangkapan kepiting, dan ML4 merupakan nilai manfaat langsung pengumpulan kerang. Sementara n merupakan jenis manfaat langsung lainnya.

B.  Manfaat Tidak Langsung

Perhitungan manfaat tidak langsung hutan mangrove digunakan metode replacement cost. Manfaat tidak langsung dari hutan mangrove diperoleh dari suatu ekosistem secara tidak langsung, yakni berupa manfaat fisik, biologis, dan ekologis. Manfaat tidak langsung fisik yakni sebagai abrasi pantai. Manfaat tidak langsung biologis yakni sebagai penyedia bahan[1]bahan organik bagi biota yang hidup di dalam kawasan hutan mangrove maupun sebagai tempat pemijahan dan asuhan dan manfaat tidak langsung ekologis yakni diestimasi dari adanya serapan karbon. Formula yang digunakan untuk menghitung nilai manfaat tidak langsung.

C.  Manfaat pilihan

Manfaat pilihan didekati dengan mengacu pada nilai keanekaragaman hayati (biodiversity). Untuk mengetahui manfaat pilihan dari hutan mangrove, digunakan pendekatan dengan formula sebagai berikut: MP = MPb = (USD 15 per ha) x Luas lahan mangrove. Dimana diketahui MP merupakan manfaat pilihan. Perhitungan nilai manfaat pilihan tersebut dilakukan dengan mengkorvesikan nilai keanekaragaman hayati.

D.  Manfaat Keberadaan

Manfaat keberadaan atau lebih dikenal dengan istilah manfaat eksistensi merupakan jenis manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dari keberadaan ekosistem hutan mangrove dari manfaat lainnya, yakni manfaat langsung, manfaat tidak langsung, dan manfaat pilihan. Manfaat keberadaan merupakan nilai ekonomi keberadaan secara fisik dari ekosistem hutan mangrove. Metode yng digunakan untuk menghitung besarnya nilai ekonomi melalui pendekatan Contingent Valuation Method atau lebih dikenal dengan CVM

2.2    Jenis Pemanfaatan Langsung Hutan Mangrove di Desa Mare Kofo

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan  menunjukan bahwa jenis–jenis pemanfaatan mangrove di Desa Mare Kota Tidore Kepulauan menunjukan bahwa pemanfaatan kayu bakar sebanyak 140,16 m3 per tahun. Kayu bakar yang dimanfaatkan oleh responden yaitu ranting kayu yang telah kering. Sedangkan pemanfaatan biota laut yang paling tertinggi yaitu pemanfaatan ikan sebanyak 319,2 kg/tahun. Hal ini disebabkan karena semua responden memnfaatkan ikan untuk dikonsumsi setiap harinya. Sedangkan pemanfaatan yang terendah yaitu adalah cumi sebanyak 122 kg/tahun. Meskipun responden yang memanfaatkan cumi lebih banyak dibandingkan dengan responden yang memanfaatkan kepiting tetapi tingkat konsumsi kepiting oleh responden lebih banyak dibandingkan tingkat konsumsi cumi. Hal ini yang menyebabkan tingkat pemanfaatan cumi lebih rendah bila di bandingkan dengan pemanfaatan lainnya.

2.3    Nilai Ekonomi Total Manfaat Langsung Hutan Mangrove di Desa Mare Kofo Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan.

Nilai ekonomi tertinggi manfaat langsung hutan mangrove di Desa Mare Kofo yaitu pemanfaatan ikan sebesar Rp 127.630.000/tahun. Bila dibandingkan dengan pemanfaatan kepiting yaitu sebesar Rp 17.280.000/tahun. Hal ini disebabkan karena faktor harga dimana harga cumi lebih mahal bila dibandingkan dengan harga kepiting sehingga nilai ekonomi cumi lebih tinggi yaitu sebesar Rp 36.550.000/tahun. Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa total nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mare Kofo yaitu Rp. 181.460.00/tahun.




BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Jenis–jenis pemanfaatan mangrove di Desa Mare Kota Tidore Kepulauan menunjukan bahwa pemanfaatan kayu bakar sebanyak 140,16 m3 per tahun, ikan sebanyak 319,2 kg/tahun, cumi sebanyak 122 kg/tahun.

2.  Nilai ekonomi tertinggi manfaat langsung hutan mangrove di Desa Mare Kofo yaitu pemanfaatan ikan sebesar Rp 127.630.000/tahun, kepiting sebesar Rp 17.280.000/tahun, cumi sebesar Rp 36.550.000/tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa total nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mare Kofo yaitu Rp. 181.460.00/tahun.

3.2 Saran

Sebaiknya masyarakat sekitar hutan mangrove di Desa Mare Kota Tidore Kepulauan dapat memaksimalkan hasil hutan mangrovenya, agar dapat lebih mensejahterakan kehidupan mereka di ,asa sekarang dan masa yang akan datang.




DAFTAR PUSTAKA

AdriantoI, Mujio, Whyudin. 2014. Model Pengenalan Konsep dan Metodologi Valuasi Ekonomi Sumberdaya Pesisir dan Laut Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut. Institusi Pertanian Bogor. Bogor.

Lewenussa I. 2011. Analisis Titik Impas Dan Waktu Pengembalian Investasi Usaha Purse Seine di Dusun Kilwouw. Laporan PKL. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura. Ambon.

Rakhid A, Rohmady. 2014. Analisis Nilai Ekonomi Hutan Mangrove di Kabupaten Muna (Studi Kasus di Desa Labone Kecamatan Lasalepa dan desa Wabitining Kecamatan Lohia). Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan, 6(1): 82-102.

6 komentar:

TUGAS MATAKULIAH BISNIS KEHUTANAN